-->

Makalah tentang Motivasi (Teori, Fungsi, Macam-macam dan Bentuk-bentuk Motivasi dalam Belajar)




KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. Wb.
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat, Taufik dan Hinayahnya sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi pembaca untuk meningkatkan kreativitas anak dalam proses belajar mengajar.
Harapan saya semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga saya dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini sehingga kedepannya dapat           lebih    baik.
Makalah ini saya akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang saya miliki sangat kurang. Oleh kerena itu saya harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.
Wassalamualaikum Wr. Wb.

BAB I

PENDAHULUAN

     A.    Latar belakang
Anak-anak sangat mudah mempelajari sesuatu yang baru. Namun memotivasi mereka untuk tetap semangat dalam proses pembelajaran bisa dicapai dengan menciptakan iklim lingkungan belajar yang mendukung, dan guru idealnya mampu menjadi fasilisator dan bukan hanya penentu aturan. Mengembangkan motivasi anak sejak dini merupakan tugas yang mudah tapi sedikit rumit. Artinya tugas ini bisa berhasil diemban jika peserta didik memang memiliki motivasi dari dalam yang kuat untuk mencapai motivasi dari luar yang mampu yang mampu memotori anak untuk melakukan suatu aktivitas. Sedangkan tugas ini bisa dikatakan sulit jika peserta didik tidak mampu menangkap makna suatu aktifitas sehingga ia sulit menimbulkan motivasi dari dari dalam dirinya sehingga berbagai bentuk tawaran dari luar yang bermaksud untuk mendorongnya melakukan sesuatu belum tentu menarik perhatiannya.
Anak berkembang melalui tahap perkembangan tertentu. Penting bagi orang tua dan untuk mengenal anak sesuai dengan tahap perkembangan yang sedang dilampauinya, sehingga diharapkan orang tua akan mampu menstimulasi dan memotivasi anak untuk ikut andil dan berprestasi dibidang tertentu.
Motivasi adalah salah satu unsur terpenting dalam proses belajar mengajar yang efektif.  Siswa ingin belajar tentang apapun. Tetapi bagaimana strategi guru memastikan setiap peserta didiknya  agar semangat dalam belajar serta mengarahkan upaya apa yang harus dilakukan saat peserta didiknya mengalami kesulitan.
      B.     Rumusan masalah
a.       Apa pengertian dari motivasi?
b.      Apa saja kebutuhan dan teori tentang motivasi?
c.       Apa saja fungsi dari motivasi?
d.      Apa saja macam-macam motivasi belajar?
e.       apa saja bentuk-bentuk motivasi dalam belajar?
      C.    Tujuan penulisan
a.       Mengetahui  pengertian dari motivasi
b.      Mengetahui kebutuhan dan teori tentang motivasi
c.       Mengetahui fungsi dari motivasi
d.      Mengetahui macam-macam motivasi belajar
e.       Mengetahui benyuk-bentuk motivasi dalam belajar

BAB II

PEMBAHASAN

      A.    Pengertian Motivasi
Motivasi adalah salah satu unsur terpenting dalam proses belajar mengajar yang efektif.  Sebagai salah satu komponen pembelajaran, motivasi merupakan satu hal yang penting dalam proses belajar mengajar. Karena jika peserta didik termotivasi maka otomatis tolak ukur semangat peserta didik akan meningkat.  Dalam hali ini bisa digaris bawahi bahwa motivasi merupakan suatu perasaan ataupun subyek yang menyebabkan anda melangkah, membuat anda semangat, dan menentukan kemana anda melangkah.
Banyak sekali, bahkan sudah umum orang menyebut dengan “motiv” untuk menunjuk mengapa seseorang  itu berbuat sesuatu. Kata “motiv” diartikan sebagai daya upaya yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. motiv dapat dilakukan sebagai daya penggerak dari dalam dan didalam subyek untuk melakukan aktivitas tertentu demi mencapai  tujuan. Menurut MC Donald, motivasi adalah perubahan energy dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya “feeling” dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan.[1] Dari pengertian yang dikemukakan oleh MC Donald mengandung tiga elemen penting:
1.      Bahwa motivasi mengawali terjadinya perubahan energy pada diri setiap individu manusia. Perkembangan motivasi akan membawa beberapa perubahan energy didalam system “neurophysiological” yang ada pada organism manusia.
2.      Motivasi ditandai dengan munculnya rasa?feeling, afeksi seseorang. Dalam hal ini motivasi relevan dengan persoalan kejiwaan, afeksi dan emosi yang dapat menentukan tingkah laku manusia.
3.      Motivasi akan dirangsang karena adanya tujuan. Jadi, motivasi dalam hal ini sebenarnya merupakan respon dari suatu aksi yakni tujuan.

      B.     Kubutuhan dan Teori tentang Motivasi
a.       Kebutuhan
  Apa dorongan seseorang melakukan suatu aktifitas ? pertanyaan ini cukup mendasar untuk mengakaji soal teori tentang motivasi. Dari pertanyaan itu kemudian memunculkan jawaban dengan adanya” biogenic theories” dan “sociogenic theories”. Biogenic theories menyangkut proses biologis lebih menekankan pada mikanisme  pembawaan biologis seperti insting dan kebutuhan-kebutuhan biologis sedangkan sociogenic thioriyes lebih menekankan adanya pengaruh kebudayaan atau kehidupan masyarakat dari dua pandangan itu dalam perkembangannya  akan menyangkut persoalan-persoalan insting fisiologis, psikologis dan pola-pola kebudayaan.[2]
  Menurut morgan dan di tulis kembali oleh s. nasution  manusia hidup dengan memiliki berbagai kebutuhan :
1.      Kebutuhan untuk berbuat sesuatu untuk suatu aktivitas.
2.      Kebutuhan untuk menyenangkan orang lain
3.      Kebutuhan untuk mencapai hasil
4.      Kebutuhan untuk mengatasi kesulitan

b.      Teori motivasi
1.      Teori insting
            Menurut teori ini tindakan setiap manusia diasumsikan seperti tingkah jenis binatang. Tindakan manusia itu dikatakan selalu berkait dengan instingatau pembawaan.
2.      Teori fisiologis
            Teori ini juga disebut “behavior theories”. Menurut teori ini semua tindakan manusia berakar pada usaha memenuhi kepuasan dan kebutuhan organic atau kebutuhan untuk kepentingan fisik.
3.      Teori psikoanalitik
Teori ini mirip dengan teori insting, tetapi lebih ditekankan pada unsure-unsur kejiwaan yang ada pada diri manusia. Bahwa setiap tindakan manusia karena adanya unsure pribadi manusia yakni, ide dan ego.[3]

      C.    Fungsi Motivasi dalam Belajar
1.      Mendorong peserta didik untuk melakukan sesuatu, jadi motivasi sebagai penggerak atau motor yang melepaskan energy. Motivasi dalam hal ini merupakan motor penggerak dari setiap kegiatan yang akan dikerjakan.
2.      Menentukan arah perbuatan, yakni ke arah tujuan yang hendak di capai. Dengan demikian motivasi dapat memberikan arah dan kegiatan yang harus dikerjakan sesuai dengan rumusan tujuannya.
3.      Menyeleksi perbuatan, yakni menentukan perbuatan-oerbuatan yang harus dikerjakan yang serasi guna mencapai tujuan, dengan menyisihkan perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat bagi tujuan tersebut.
  
       D.    Macam-Macam Motivasi
        Berbicara tentang macam atau jenis motivasi ini, dapat dilihat dari berbagai sudut pandang. Dengan demikian, motivasi dapat diklarisifikasikan sebagai berikut:
1.      Motivasi dipandang dari dasar pembentukannya.
a.       Motivasi bawaan.
Yang dimaksud dengan motivasi bawaan adalah motivasi yang dibawa sejak lahir. Misalnya dorongan untuk makan, minum, dll.
b.      Motivasi yang dipelajari
Motivasi ini timbul karena dipelajari. Contoh dorongan untuk belajar ilmu pengetahuan.
2.      Motivasi jasmaniah dan rohaniyah
Yang termasuk motivasi jasmaniyah ialah motivasi yang berkorelasi dengan jasmani seperti : Refleks, insting otomatis, nafsu. Sedangkan yang termasuk motivasi rohaniyah ialah motivasi yang berkorelasi dengan hati, perasaan atau rohani seperti kemauan dan keinginan.
3.      Motivasi intrinsik dan ekstrinsik
a.       Motivasi instrinsik adalah motif-motif yang menjadi aktif atau berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar, karena dalam diri setiap individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu.
b.      Motivasi ekstrinsik adalah motif-motif yang aktif dan berfungsi karena adanya perangsangan dari luar.
 
      E.     Bentuk-Bentuk Motivasi di Sekolah
Ada beberapa bentuk dan cara untuk menumbuhkan motivasi dalam kegiatan belajar di sekolah.
1.      Memberi angka
Angka dalam hal ini sebagai simbol dari nilai kegiatan belajarnya.
2.      Hadiah
Hadiah dapat juga dikatakan sebagai motivasi, tetapi tidaklah  selalu demikian.      
3.      Saingan/kompetesi.
Saingan/kompetesi dapat digunakan sebagai alat motivasi untuk mendorong belajar siswa.
4.      Ego-involvement.
Ego-involvement adalah  menumbuhkan kesadaran kepada siswa agar merasakan pentingnya tugas dan menerimanya sebagai tantangan sehingga bekerja  keras dengan mempertaruhkan harga diri, adalah sebagai salah satu bentuk motivasi yang cukup penting.
5.      Member ulangan.
Para siswa akan menjadi giat belajar kalau mengetahui akan adanya ulangan.
6.      Mengetahuhi hasil.
Dengan mengetahui hasil pekerjaan, apalagi kalau terjadi kemajuan,akan mendorong siswa untuk lebih giat belajar.
7.      Pujian.
Apabila ada siswa yang sukses yang berhasil menyelesaikan tugas dengan baik, perlu di berikan pujian. Pujian ini adalah berbentuk inforcement yang positif dan sekaligus merupakan motivasi yang baik.
8.      Hukuman.
Hukuman sebagai inforcement yang negative tetapi kalau diberikan secara tepat dan bijak bias menjadi alat motivasi.
9.      Hasrat untuk belajar.
Hasrat untuk belajar,berarti ada unsur kesengajaan ,ada maksud untuk belajar.
10.  Minat.
Proses belajar itu akan berjalan lancer kalau disertai minat. Mengenai minat ini antara lain dapat dibangkitkan dengen cara-cara sebagai berikut:
a.       Membangkitkan adanya suatu kebutuhan
b.      Menghubungkan dengan persoalan pengalaman yang lampau
c.       Memberi kesempatan untuk mendapatkan hasil yang baik
d.      Menggunakan sebagai macam bentuk mengajar
11.  Tujuan yang diakui
Rumusan tujuan yang diakui dan diterima baik oleh siswa, merupakan alat motivasi yang sangat penting. Karena tanpa ada tujuan yang diakui oleh dirinya maka dirinya seperti tidak termotivasi. Karena setiap perbuatan pasti membutuhkan tujuan.[4]

BAB III
 PENUTUP
A.    Kesimpulan
       motivasi merupakan suatu perasaan ataupun subyek yang menyebabkan anda melangkah, membuat anda semangat, dan menentukan kemana anda melangkah serta menumbuhkan rasa mood dalam diri kita.


DAFTAR PUSTAKA
Sadirman, interaksi dan motivasi belajar mengajar. Jakarta; rajawali pers, 2011
Boeree, George, general pshycology(psikologi kepribadian, persepsi, kognisi, emosi dan prilaku). Yogyakarta: prismashopee, 2012



[1] Sadirman AM, interaksi dan motivasi belajar mengajar.( Jakarta; rajawali pers, 2011) hlm. 73

[2] Boeree, George, general pshycology(psikologi kepribadian, persepsi, kognisi, emosi dan prilaku). (Yogyakarta: prismashopee, 2012) hlm. 99

[3] Ibid, hlm. 76
[4] Ibid, hlm76-86

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel