-->

Artikel Tujuan Ilmu Pendidikan Menurut Para Ahli

Ahmad Rofiqi, 2017, Tujuan Ilmu Pendidikan Menurut Para Ahli (Ki Hajar Dewantara, KH. Hasyim Asy’ary, Ibnu Kholdun, Jhon Dewey, Langeveld).
            Tulisan ini membahas tentang Tujuan ilmu pendidikan menurut para ahli dimana Dalam arti sederhana pendidikan sering diartikan sebagai usaha manusia untuk membina kepribadiannya sesuai dengan nilai-nilai di dalam masyarakat dan kebudayaan. Dalam perkembangannya, istilah pendidikan atau  pedagogik  berarti bimbingan atau pertolongan yang di berikan dengan sengaja oleh orang dewasa agar ia menjadi orang dewasa. Selanjutnya, pendidikan juga dapat diartikan sebagai usaha manusia yang dijalankan oleh seseorang atau kelompok orang lain agar mencapai dewasa atau mencapai tingkat hidup atau penghidupan yang lebih tinggi dalam arti mental.
            Dalam kajian ini, penulis menggunakan pendekatan kualitatif, yaitu dengan memberikan deskripsi dengan objek kajian dari teks yang bersangkutan secara teliti, dan  tanpa membuat uraian secara pribadi.
Kata Kunci : Pendidikan dan Tujuan Pendidikan Menurut Para Ahli (Ki Hajar Dewantara, KH. Hasyim Asy’ary, Ibnu Kholdun, Jhon Dewey, Langeveld).

  
PENDAHULUAN

     A.   Pengertian Pendidikan
Pendidikan adalah sebagai usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran untuk peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.
Pendidikan juga dapat diartikan sebagai usaha sadar dan sistematis untuk mencapai taraf hidup atau  untuk kemajuan lebih baik. Secara sederhana, jadi Pengertian pendidikan adalah proses pembelajaran bagi peserta didik untuk dapat mengerti, paham, dan membuat manusia lebih kritis dalam berpikir.
Pendidikan dapat diperoleh baik secara Formal dan Non Formal. Pendidikan secara formal diperoleh dengan mengikuti program-program yang telah direncanakan, terstruktur oleh suatu insititusi, departemen atau kementrian suatu negara. Sedangkan pendidikan non formal adalah pengetahuan yang diperoleh dari kehidupan sehari-hari dari berbagai pengalaman baik yang dialami atau dipelajari dari orang lain.[1]

  
    B.   Tujuan Ilmu Pendidikan Menurut Para Ahli  (Ki Hajar Dewantara, KH. Hasyim Asy’ary, Ibnu Kholdun, Jhon Dewey, Langeveld).
1.    Pengertian Pendidikan dan Tujuan Ilmu Pendidikan Menurut Ki Hajar Dewantara.
Menurut Ki Hajar Dewantara Pendidikan adalah “Tuntutan di dalam hidup tumbuhnya anak-anak, adapun maksudnya, pendidikan yaitu menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak itu, agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapatlah mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya”.[2]
Adapun Tujuan Pendidikan Menurut Ki Hajar Dewantara yaitu sebagai berikut :
a)    untuk memanusiakan manusia yaitu Bahwa pendidikan adalah usaha bangsa untuk membawa manusia Indonesia keluar dari kebodohan. Dalam teori konvergensinya, Ki Hajar Dewantara menyebut bahwa,”kita harus menghindari kehidupan menyendiri, terisolasi dan mampu menuju kearah pertemuan antar bangsa dan komunikasi antar negara menuju kemakmuran bersama atas dasar saling menghormati, persamaan hak, dan kemerdekaan masing-masing. Jelas, tujuan pendidikan adalah untuk memanusiakan manusia Indonesia yang berpikir merdeka dalam mewujudkan kemakmuran bersama.
b)    Untuk mengajarkan berbagai ilmu kepada anak didik dengan harapan agar anak bisa menjadi pribadi yang baik dan sempurna hidupnya yang selaras dengan masyarakat dan alamnya.
c)    Untuk mempertahankan sifat baik yang ada di dalam diri manusia untuk diajarkan ke anak didik sehingga menciptakan anak didik yang dapat tumbuh secara alami layaknya manusia dengan kebaikan yang mereka miliki.[3]

2.    Pengertian Pendidikan dan Tujuan ilmu Pendidikan Menurut KH. Hasyim Asy’ary.
Menurut KH. Hasyim Asy’ary Pendidikan adalah “Bimbingan atau bimbingan secara sadar oleh pendidik terdapat perkembangan jasmani dan rohani yang terdidik menuju terbentuknya keperibadian yang utama”.
Adapun Tujuan Pendidikan Menurut KH. Hasyim Asy’ary yaitu sebagai berikut :
a)    Untuk menentukan ke mana anak didik akan dibawa dan diarahkan.
b)    Melahirkan generasi penerus yang cerdas, sehat, tunduk dan patuh terhadap segal perintah dan larangan dari Tuhan. [4]

3.    Pengertian Pendidikan dan Tujuan Ilmu Pendidikan Menurut Ibnu Kholdun.
Menurut Ibnu Kholdun Pendidikan adalah “Upaya menolong anak untuk dapat melakukan tugas hidupnya secara mandiri supaya dapat bertanggung jawab secara susila. Pendidikan merupakan usaha manusia dewasa dalam membimbing manusia yang belum dewasa menuju kedewasaan”. 
Adapun Tujuan Pendidikan Menurut Ibnu Kholdun yaitu sebagai berikut :
a)    Untuk menanamkan kebaikan dalam diri manusia sebagai manusia dan sebagai diri individu.
b)    Menghasilkan manusia yang baik.
c)    Menciptakan manusia yang berakhlak paripurna (insan kamil).[5]

4.    Pengertian Pendidikan dan Tujuan Ilmu Pendidikan Menurut Jhon Dewey.
Menurut Jhon Dewey Pendidikan merupakan “Suatu proses pengalaman”. Karena kehidupan merupakan pertumbuhan, maka pendidikan berarti membantu pertumbuhan batin manusia tanpa dibatasi oleh usia. Proses pertumbuhan adalah proses penyesuaian pada setiap fase dan menambah kecakapan dalam perkembangan seseorang melalui pendidikan.
Adapun Tujuan Pendidikan Menurut Jhon Dewey yaitu sebagai berikut :
a)    Memuat gambaran tentang nilai-nilai yang baik, luhur, pantas, benar dan indah untuk kehidupan.
b)    Mengarahkan, memberikan orientasi dan memberikan pedoman ke arah mana pendidikan diselenggarakan sebaik-baiknya.
c)    Menentukan sasaran ke mana pendidikan itu diarahkan.[6]

5.    Pengertian Pendidikan dan Tujuan Ilmu Pendidikan Menurut Langeveld.
Menurut Langeveld Pendidikan adalah “Setiap usaha, pengaruh, perlindungan dan bantuan yang diberikan kepada anak yang tertuju kepada anak itu, atau lebih tepat membantu agar anak cukup cakap melaksanakan tugas hidupnya sendiri. Pengaruh itu datangnya dari orang dewasa seperti buku, putaran hidup sehari-hari, dan sebagainya dan ditujukan kepada orang yang belum dewasa”.[7]
 l 
Adapun 6 (Enam) Tujuan Pendidikan Menurut Langeveld yaitu sebagai berikut :
a)    Tujuan Umum (Lengkap atau Tujuan Total) 
Tujuan  Umum adalah tujuan yang pada akhirnya akan dicapai oleh pendidik terhadap anak didik. Dan dia yang akan membawa anak ke arah dewasa dan jasmani.
b)    Tujuan Khusus (Bagian dari Tujuan Umum) 
Tujuan umum tentu saja mempunyai sifat-sifat yang khusus. Berarti tidak semua anak itu sama dalam menuju ke tujuan umum (total).
Hal ini tergantung dari beberapa hal : 
·         Tergantung dari sifat atau bakat dari pada anak didik.  
·         Tergantung dari kemungkinan-kemungkinan yang ada di dalam keluarga itu atau alam sekitar dari pada anak didik.
·         Tergantung daripada tujuan kemasyarakatan anak didik.
·         Tergantung daripada kesanggupan-kesanggupan yang ada pada pendidik.
·         Tergantung daripada tugas lembaga pendidikan (sekolah, gereja, dan lain-lain).[8]
c)    Tujuan Insidentil (Tujuan Seketika) 
Tujuan Insidentil merupakan tujuan tersendiri bersifat seketika. Misalnya:  Pada suatu ketika pendidik memanggil anak-anak  untuk makan bersama, diusahakan sungguh-sungguh harus datang. Pada ketika  itu mempunyai tujuan supaya anak-anak dapat makan bersama dengan secara baik-baik.
d)    Tujuan Sementara 
Tujuan Sementara seolah-olah merupakan tempat berhenti atau tempat istirahat di dalam perjalanannya menuju ke tujuan umum.  Misalnya: belajar berbicara, belajar bersih, dan lain-lain. Tujuan sementara ini mempunyai hubungan yang erat dengan masa perkembangan anak, yaitu: waktu kita memberi pelajaran kepada anak harus mengingat akan masa peka daripada anak tersebut. Umur berapakah anak itu mudah sekali diberi pelajaran membaca.  Dan Seakan-akan waktu pendidik memberi pelajaran untuk bersih itu tidak ada hubungannya dengan tujuan umum (Total). Yang sebetulnya sangatlah erat hubungannya. Sebab anak didik akan dapat bertanggung jawab dan berdiri sendiri apabila tidak diberi pendidikan sementara tersebut.
e)    Tujuan Tidak Lengkap 
Tujuan tidak lengkap mempunyai hubungan dengan aspek kepribadian manusia sebagai fungsi kerohanian pada bidang: etika, keagamaan, estetika, dan sikap sosial daripada orang itu.
f)     Tujuan Intermerdisir (Tujuan Perantara).
Alat yang sangat bermacam-macam yang harus dicapai untuk pelaksanaan tehnis dari pada tugas belajar. Misalnya: membaca, menulis yang terlepas dari tujuan akhir sehingga seolah-olah belajar mengeja tidak terikat pandangan hidup tertentu.[9]
Dari Ke enam Tujuan pendidikan menurut Langeveld tersebut dapat kita sederhanakan yaitu :  
1.    Mampu untuk membedakan antara yang baik dan yang buruk.
2.    Mampu  dan bebas untuk mengembangkan diri sendiri sesuai dengan pebawaan dan cita-citanya.
3.    Mampu  untuk berhubunganan kerjasama dengan orang lain.
4.    Mampu membedakan  dirinya dengan orang lain.


PENUTUP

Dari Paparan Penulis di atas dapat di ambil kesimpulan bahwa Pendidikan adalah sebagai usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran untuk peserta didik secara aktif dalam mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan Spiritual keagamaan, Pengendalian diri, Kepribadian, Kecerdasan, Akhlak mulia, serta Keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Dan Pendidikan juga dapat diperoleh baik secara Formal dan Non Formal. Pendidikan secara formal diperoleh dengan mengikuti program-program yang telah direncanakan, terstruktur oleh suatu insititusi, departemen atau kementrian suatu negara. Sedangkan pendidikan non formal adalah pengetahuan yang diperoleh dari kehidupan sehari-hari dari berbagai pengalaman baik yang dialami atau dipelajari dari orang lain.
Adapun beberapa Tujuan Ilmu Pendidikan Menurut para ahli dapat disimpulkan yaitu sebagai berikut :
1.    Mampu untuk membedakan antara yang baik dan yang buruk.
2.    Mampu  dan bebas untuk mengembangkan diri sendiri sesuai dengan pembawaan dan cita-citanya.
3.    Mampu  untuk berhubunganan kerjasama dengan orang lain.
4.    Mampu membedakan  dirinya dengan orang lain


DAFTAR PUSTAKA

Purwanto, Ngalim.  2011, Ilmu Pendidikan Teoretis dan Praktis. Bandung : Rosda Karya.
Hasbullah. 2005, Dasar-dasar Ilmu Pendidikan. Jakarta :  PT. Raja Grafindo Persada.
Kosim, Moh.  2006, Pengantar Ilmu Pendidikan. Pamekasan : Stain Pamekasan Press.
Rohman, Arif. 2009, Memahami Pendidikan dan Ilmu Pendidikan. Yogyakarta: Laksbang Mediatama.
Maunah, Binti. 2009, Landasan Pendidikan. Yogyakarta : Teras.
Tirta Raharja. 2005, Pengantar Pendidikan, Jakarta : Raneka Cipta.


[1] Ngalim Purwanto.  Ilmu Pendidikan Teoretis dan Praktis, (Bandung : Rosda Karya, 2011). Hlm. 43
[2] Moh. Kosim.  Pengantar Ilmu Pendidikan. (Pamekasan : Stain Pamekasan Press, 2006). Hlm. 46
[3] Ibid. Hlm. 47
[4] Arif Rohman.  Memahami Pendidikan dan Ilmu Pendidikan. (Yogyakarta: Laksbang Mediatama, 2009). Hlm. 81
[5] Maunah. Landasan Pendidikan. (Yogyakarta : Teras, 2009). Hlm. 27
[6] Tirta Raharja. Pengantar Pendidikan, (Jakarta : Raneka Cipta, 2005). Hlm. 36
[7] Hasbullah.  Dasar-dasar Ilmu Pendidikan, (Jakarta :  PT. Raja Grafindo Persada, 2005). Hlm. 62
[8] Ibid. Hlm. 63
[9] Ibid.Hlm. 64-65.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel